pembinaan toleransi dan peduli sosial dalam upaya memantapkan watak kewarganegaraan (civic disposition) siswa

Clicks: 191
ID: 188426
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality Improving Quality
0.0 /100
Combines engagement data with AI-assessed academic quality
AI Quality Assessment
Not analyzed
Abstract
Sikap toleransi dan peduli sosial terhadap sesama mulai menunjukkan gejala yang semakin memudar seiring dengan berkembangnya etnisitas, maka tentunya akan berdampak besar pada sebuah Bangsa. Membangkitkan kembali semangat toleransi dan peduli sosial dapat dilakukan melalui pendidikan karakter yang diimplementasikan dalam institusi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mengetahui secara mendalam tentang realitas sikap toleransi dan peduli sosial siswa, proses pembinaan toleransi dan peduli sosial, faktor-faktor pendukung dan penghambat proses pembinaan, dan upaya pihak sekolah dalam pembinaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode  studi kasus dan data-data diperoleh melalui teknik wawancara, observasi, studi literatur, dan studi dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Balikpapan Kalimantan Timur. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa realitas sikap toleransi dan peduli sosial yang ditunjukkan siswa ditandai dengan menghargai pendapat orang lain baik, bersahabat tanpa membedakan suku dan agama, sikap saling menghargai, mengendalikan emosi, tidak mengejek teman, merancang dan melakukan berbagai kegiatan sosial, menghormati petugas-petugas sekolah, saling membantu, menjenguk teman yang sakit, dan melayat apabila ada orang tua siswa meninggal. Proses pembinaan toleransi dan peduli sosial siswa dilakukan melalui pembelajaran PKn di kelas, kegiatan ekstrakurikuler, dan pembiasaan di lingkungan sekolah. Faktor-faktor penunjang dalam proses pembinaan toleransi dan peduli sosial siswa yaitu kebijakan, pedoman kurikulum, kebersamaan warga sekolah, sarana dan prasarana, lingkungan, komitmen sekolah, lingkungan, dan kegiatan ekstrakurikuler. Sedangkan Faktor-faktor penghambat proses pembinaan toleransi dan peduli sosial yaitu masih kurangnya kesadaran dari diri siswa akan pentingnya bertoleransi dan peduli sosial dalam kehidupan, dan masih ada beberapa pihak yang tidak ikut berpartisipasi dan bekerja. Upaya yang dilakukan pihak sekolah dalam proses pembinaan toleransi dan peduli sosial siswa yaitu lebih maksimal dalam mengembangkan toleransi dan peduli sosial pada diri siswa di berbagai kegiatan, lebih terstruktur dalam penyusunan program, menghargai dan memberikan perlakuan yang sama terhadap seluruh warga sekolah, memfasilitasi kegiatan yang bersifat sosial secara lebih optimal, melibatkan pihak lain. Kata kunci: toleransi, peduli sosial, watak kewarganegaraan.
Reference Key
sari2016jurnalpembinaan Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;Yuni Maya Sari
Journal international journal of inflammation
Year 2016
DOI
10.17509/jpis.v23i1.2059
URL
Keywords

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.