coping remaja akhir terhadap perilaku selingkuh ayah
Clicks: 37
ID: 188018
2009
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Star Article
10.8
/100
37 views
5 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Perselingkuhan merupakan salah satu penyebab ketidak harmonisan dalam keluarga. Remaja yang menjadi korban perilaku selingkuh ayah banyak sekali mengalami masalah psikologis dalam dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pemilihan strategi Coping yang tepat dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi remaja akhir terhadap perilaku selingkuh ayah. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui dinamika psikologis dan starategi Coping yang dilakukan remaja akhir dalam menghadapi perilaku selingkuh ayah. Adapun sampel penelitian ini adalah remaja akhir yang memiliki ayah dengan perilaku selingkuh dan bertempat tinggal di Jakarta Barat. Jumlah informan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang, yaitu terdiri dari 4 orang informan utama dua pria dan dua wanita dengan berdasarkan karakteristik sebagai berikut; a) remaja akhir berusia antara 18 sampai 24 tahun; b). belum menikah; c). berdomisili di Jakarta Barat; 4 orang informan pendukung dan 2 orang remaja awal satu pria dan satu wanita berusia antara 12 sampai 15 tahun. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis induktif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika psikologis remaja terhadap perilaku selingkuh ayah adalah marah dan sedih dengan perilaku selingkuh ayah. Strategi Coping yang digunakan remaja akhir dalam menghadapi perilaku selingkuh ayah adalah Problem Focused Coping, dimana remaja akhir bercerita dengan orang-orang terdekat, sedangkan pada remaja awal melakukan Emotional Focused Coping, dimana remaja awal hanya menangis dan merenung dalam menghadapi masalah.
| Reference Key |
nahareko2009indigenouscoping
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Alfan Nahareko |
| Journal | indigenous |
| Year | 2009 |
| DOI |
DOI not found
|
| URL | |
| Keywords |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.