perubahan pola pikir kaum marginal terhadap pendidikan dalam novel orang miskin dilarang sekolah karya wiwid prasetyo
Clicks: 76
ID: 187876
2017
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Steady Performance
22.5
/100
76 views
16 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
SteadyRanked #8 of 11 articles by views in review of high pressure science and technology/koatsuryoku no kagaku to gijutsu
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Penelitian ini membahas masalah perubahan pola pikir kaum marginal terhadap pendidikan dalam novel Orang Miskin Dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo dan faktor-faktor yang memotivasi dan mempengaruhi perubahan pola pikir tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode dan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode kepustakaan dengan teknik catat dan identfikasi. Metode deskriptif analitik digunakan pada tahapan analisis data dan metode informal digunakan pada tahapan penyajian hasil analisis. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kaum marginal dalam novel Orang Miskin Dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo memandang pendidikan sebagai sesuatu yang tidak begitu penting dalam kehidupan mereka. Mereka lebih mengutamakan kegiatan yang dianggap mampu menghasilkan uang. Adanya pola pikir yang demikian disebabkan oleh faktor lemahnya kondisi keluarga, lingkungan sosial yang kurang mendukung terlaksananya pendidikan yang konduksif, ketiadaan perhatian orang tua, dan tidak adanya kemauan. Perubahan pola pikir kaum marginal terhadap pendidikan terjadi setelah mereka menyadari bahwa mereka tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan sehingga mudah dibodohi orang dan tidak mampu bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Mereka berharap dengan pendidikan segala potensi, baik itu potensi kognitif, afektif, maupun psikomotor, yang ada dalam diri mereka dapat dikembangkan.
| Reference Key |
nitayadnya2017aksaraperubahan
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;I Wayan Nitayadnya |
| Journal | review of high pressure science and technology/koatsuryoku no kagaku to gijutsu |
| Year | 2017 |
| DOI |
DOI not found
|
| URL | |
| Keywords | Keywords not found |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.