optimalisasi pendidikan anak usia dini (paud) guna meningkatkan indeks pembangunan manusia (ipm) di jawa barat
Clicks: 120
ID: 183447
2006
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Star Article
30.0
/100
120 views
40 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
StarRanked #1,181 of 1,308 articles by views in Advances in Intelligent Systems and Computing
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 1,308 in total.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
IPM (Indeks Pembangunan Manusia) menjadi indikator keberhasilan pembangunan. Indeks pendidikan menjadi salah satu komponen dari IPM yang diukur melalui indeks rata-rata lama sekolah dan indeks melek huruf. IPM Indonesia tergolong rendah dibandingkan negara-negara di dunia. Di Jawa Barat sendiri, terdapat beberapa kabupaten yang menunjukkan indeks pendidikan yang rendah dilihat dari indeks rata-rata lama sekolah dan indeks melek huruf. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, karena sesungguhnya pendidikan merupakan hal yang sangat menentukan keberhasilan suatu bangsa agar dapat bersaing di era globalisasi. Pendidikan merupakan hak bagi setiap individu dan sejatinya dilakukan sejak usia dini karena usia ini adalah masa emas perkembangan anak. Melalui pendidikan, anak akan mengembangkan potensi dirinya dan mendapatkan stimulasi melalui pendekatan teori multiple intelligence. Pemerintah mencanangkan pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada Hari Anak Nasional 23 Juli 2003. Namun optimalisasi program PAUD belum terselenggara dengan baik.
Beberapa masalah berkaitan dengan belum optimalnya pelaksanaan PAUD adalah kurangnya investasi dari pemerintah daerah agar PAUD dapat terlaksana dengan baik, PAUD lebih berkembang di perkotaan dan kurang berkembang di pedesaan, masih rendahnya kesadaran orang tua tentang pentingnya PAUD, program PAUD yang sudah berjalan masih belum optimal karena belum mampu menstimulasi anak secara tepat.
Untuk itu, pemerintah daerah dapat menjalin kerjasama kemitraan dengan perguruan tinggi untuk dapat melakukan upaya optimalisasi PAUD guna meningkatkan IPM di Jawa Barat. Dengan kerjasama kemitraan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan indeks rata-rata lama sekolah dan indeks melek huruf, sehingga IPM di Jawa Barat akan meningkat.
| Reference Key |
borualogo2006mimbar:optimalisasi
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Ihsana Sabriani Borualogo |
| Journal | Advances in Intelligent Systems and Computing |
| Year | 2006 |
| DOI |
DOI not found
|
| URL | |
| Keywords |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.