pemodelan persamaan struktural untuk loyalitas konsumen bank
Clicks: 129
ID: 182037
2014
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Steady Performance
30.0
/100
129 views
42 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
SteadyRanked #44 of 66 articles by views in palgrave communications
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Pemasar saat ini lebih memusatkan perhatian dalam mempertahankan pelanggan yang sudah
ada, disamping mendapatkan pelanggan baru. Mereka mulai menyadari bahwa pelanggan yang
sudah ada merupakan sasaran penjualan yang lebih mudah dan seringkali lebih menguntungkan.,
tetapi kepuasan pelanggan tidak cukup lagi menjadikan ukuran loyalitas pelanggan. Untuk itu harus
diperhatikan variabel lain seperti unsur bauran pemasaran, hal ini dalam rangka mempertahankan
pelanggan agar tetap loyal. Demikian halnya dengan nasabah Bank, unsur bauran pemasaran yang
diteliti meliputi atribut produk, lokasi, dan biaya.
Selanjutnya akan ditelusuri unsur mana yang paling berpengaruh terhadap loyalitas nasabah,
baik secara langsung maupun secara tidak langsung, yaitu melalui variabel retransaction
commitment, cross selling, dan word of mouth. Untuk mengetahui besarnya pengaruh tersebut,
digunakan pemodelan persamaan struktural.
Hasil penelitian menunjukkan model struktural adalah sebagai berikut:
WOM = 0.003 Produk + 0.13 Lokasi + 0.34 Biaya
Retransaction = 0.13 Produk + 0.26 Lokasi + 0.66 Biaya
Cross selling = 0.13 Produk + 0.321Lokasi + 0.70 Biaya
Loyalitas = 0.20 WOM + 0.34 Retransaction + 0.35 Cross selling
Secara keseluruhan model dapat dikatakan masih kurang baik, hal ini ditunjukkan dengan
nilai Chi-Square yang besar (3,338) dan p value (0.00) lebih kecil dari a = 0,05. Tetapi dalam
fenomena ekonomi dapat dijelaskan sebagai berikut bahwa unsur yang harus ditingkatkan adalah
konstruk biaya, karena mempunyai pengaruh paling besar terhadap Cross Selling, yaitu sebesar
0.70. Sementara Cross selling adalah variabel antara yang paling berpengaruh terhadap loyalitas,
dengan pengaruh sebesar 0.35. Disamping itu konstruk biaya juga mempunyai pengaruh langsung
terhadap loyalitas nasabah paling besar dibandingkan dengan konstruk eksogen yang lain.
| Reference Key |
koesmono2014statistikapemodelan
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;H. Teman Koesmono;Agus Suharsono |
| Journal | palgrave communications |
| Year | 2014 |
| DOI |
DOI not found
|
| URL | |
| Keywords |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.