penurunan kualitas ekosistem mangrove hubungannya dengan pendapatan masyarakat nelayan di kecamatan secanggang kabupaten langkat provinsi sumatera utara
Clicks: 160
ID: 178065
2017
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Steady Performance
30.0
/100
160 views
50 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
SteadyRanked #23 of 34 articles by views in gsi journals serie a: advancements in tourism recreation and sports sciences
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan keragaman jenis
tangkapan nelayan, perbedaan pendapatan nelayan, perbedaan kesempatan
kerja dan berusaha nelayan sebelum dengan sesudah terjadinya kerusakan
ekosistem mangrove di Kecamatan Secanggang. Metode penelitian yang
digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Dari 7 desa pantai di Kecamatan
Secanggang diambil sampel secara purposive proporsional yakni dua desa
(Kwala Besar dan Jaring Halus) yang memiliki 750 KK, kemudian diambil
responden sebanyak 10% (75 KK) yang bermata pencaharian sebagai
nelayan penangkapan ikan 39 KK, budi daya ikan 26 KK, dan 10 KK sebagai
wiraswasta.
Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) Terdapat perbedaan yang
signifikan antara keragaman jenis hasil tangkapan nelayan sebelum dengan
sesudah terjadinya kerusakan mangrove. Beberapa jenis ikan yang dahulunya
sering tertangkap, namun pada saat ini sudah tidak pernah atau sangat
jarang tertangkap lagi, diantaranya adalah ikan bawal, kepiting, kerapu,
udang kapur, udang tiger, kakap, pari, senangin, cumi-cumi, dan kembung.
Secara umum semua jenis biota laut mengalami penurunan frekuensi
tangkapan. (2) Terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan
rumah tangga nelayan sebelum dengan sesudah terjadinya kerusakan
ekosistem mangrove. Terjadi penurunan jumlah hasil tangkapan nelayan
sebesar Rp. 667.462,- atau 33,89% dari total pendapatan keluarga.
Penurunan pendapatan ini puncaknya terjadi sekitar 5 tahun terakhir.
Penurunan tertinggi terjadi pada kelompok masyarakat nelayan yang
bermata pencaharian sebagai nelayan pembudidaya ikan yakni sebesar
41,12%, pengumpul kayu (38,38%), pedagang (33,56%), dan nelayan
penangkap ikan (33,54%). (3) Terdapat perbedaan yang signifikan antara
kesempatan bekerja dan berusaha sebelum dengan sesudah terjadinya
kerusakan ekosistem mangrove, dimana 40,0% masyarakat menyatakan agak
sulit bekerja dan berusaha di sektor perikanan, dan bahkan 46,7%
masyarakat menyatakan sulit bekerja dan berusaha, hanya 2,7% yang
menyatakan mudah, agak mudah 4,0%, dan biasa saja 6,7%.
Kata kunci: Penurunan kualitas ekosistem mangrove dan pendapatan nelayan
| Reference Key |
rosni2017jurnalpenurunan
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Rosni Rosni |
| Journal | gsi journals serie a: advancements in tourism recreation and sports sciences |
| Year | 2017 |
| DOI |
DOI not found
|
| URL | |
| Keywords |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.