keputusan klinik dalam penggunaan antibiotik
Clicks: 174
ID: 169990
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Popular Article
30.7
/100
174 views
30 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
PopularRanked #25 of 162 articles by views in medical mycology
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 162 in total.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
s
ejak era antibiotik modern dimulai tahun
19361 telah banyak penyakit infeksi yang
dapat diatasi, sehingga mortalitas menurun
tajam. Berbagai penemuan antibiotik
golongan terbaru bermunculan sejalan dengan
perkembangan ilmu kedokteran. Saat ini lebih dari
30% pasien yang dirawat di rumah sakit mendapat
satu atau lebih antibiotik selama perawatan. Data yang
diperoleh satu dekade yang lalu menyebutkan bahwa
antibiotik adalah golongan obat yang dikonsumsi
terbanyak di Indonesia yaitu sekitar 27% dari semua
biaya obat yang digunakan2. Survei sederhana yang
dilakukan di Bagian Ilmu Kesehatan Anak-RSCM
Jakarta tahun 2001 menunjukkan bahwa 56% resep
yang ditulis di poliklinik berisi satu atau lebih
antibiotik. Angka tersebut menurun 1 tahun
kemudian menjadi 42% setelah dilakukan beberapa
kali penyuluhan dan seminar penggunaan antibiotik
yang rasional3. Di samping manfaat yang diperoleh,
pemakaian antibiotik yang tidak terkendali dapat
membawa dampak yang merugikan.
Berbagai data penelitian menyebutkan bahwa
antibiotik adalah obat yang paling sering digunasalahkan
(misused) oleh para dokter1, antara lain
pemakaian antibiotik pada infeksi saluran nafas akut
yang sebenarnya lebih dari 50% adalah infeksi virus
yang tidak perlu pemberian antibiotik.4 Hal yang
paling mengkhawatirkan akhir-akhir ini adalah isu
global munculnya kuman patogen yang resisten4, oleh
sebab itu para dokter terutama para klinikus
diharapkan bersikap bijaksana dan selektif dalam
penggunaan obat, khususnya antibiotik.
| Reference Key |
tambunan2016sarikeputusan
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Taralan Tambunan |
| Journal | medical mycology |
| Year | 2016 |
| DOI |
10.14238/sp6.1.2004.52-6
|
| URL | |
| Keywords |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.