perbandingan desain ipal anaerobic biofilter dengan rotating biological contactor untuk limbah cair tekstil di surabaya
Article Quality & Performance Metrics
Readership in this journal
SteadyRanked #138 of 239 articles by views in Oncogene
Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 239 in total.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
Abstract
Effluen Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Pabrik Tekstil X belum memenuhi kriteria yang ada, terutama untuk masalah warna. Sistem pengolahan IPAL menggunakan Anaerobic Biofilter memiliki kelebihan menyisihkan bahan organik yang tinggi, kebutuhan lahan yang relatif tidak besar, dan biaya operasi yang murah dibandingkan dengan sistem lumpur aktif yang menggunakan proses aerasi. Rotating Biological Contactor (RBC) juga memiliki kelebihan yang sama dengan anaerobic biofilter. Perbandingan antara kedua sistem tersebut diperlukan untuk mengetahui sistem yang paling efektif untuk mengolah air limbah di Pabrik Textil X. Pengolahan adsorbsi batok arang kelapa dipilih untuk menghilangkan warna. Perencanaan ini dilakukan dengan menggunakan metode yang sistematis dimulai pengumpulan data primer dan sekunder yang berupa data karakteristik dan debit air limbah, lalu dilakukan perhitungan dan penggambaran Detail Engineering Desan (DED), volume pekerjaan dan Rancangan Anggaran Biaya (RAB), setelah itu dilakukan pembahasan untuk membandingkan kelebihan dan kekurangan dari unit anaerobic Biofilter yang dilengkapi adsorbsi arang batok kelapa dan Rotating Biological Contactor yang dilengkapi adsorbsi arang batok kelapa, lalu diambil kesimpulan dan saran yang relevan dengan tujuan dari perancanaan ini. Dari perhitungan DED didapat dimensi untuk masing masing unit IPAL sebagai berikut Bak ekualisasi (2,6 m x 2,6 m x 2 m), Septic tank (1,75 m x 1,5m x 2,5m), Anaerobic Filter 4 kompartemen (4,5m x 2,5m x 2,5m), , RBC 2 shaft (2,75m x 2,75 m x 1m), Adsorbsi (3,5 mx 6,75m x 0,55m). Biaya investasi alternative 1 sebesar Rp 700.193.694,29, biaya operasi sebesar Rp 50.222.462,40, biaya perawatan sebesar Rp 3.495.000,00. Alternatif 2 biaya investasi sebesar Rp 777.526.655,53, biaya operasi sebesar Rp Rp 53.012.599,20 , biaya perawatan sebesar Rp 3.495.000,00. Kelebihan anaerobic filter adalah biaya investasi yang lebih kecil, kebutuhan lahan yang lebih sedikit yaitu 45 m2 , biaya operasional dan perawatan yang lebih kecil, jumlah lumpur yang dihasilkan lebih sedikit., sedangkan kekurangannya adalah waktu tinggal yang lebih lama dan start up yang lama. Kelebihan RBC adalah waktu tinggal yang lebih singkat yaitu 1,5 jam, waktu start-up yang lebih singkat, , sedangkan kekurangannya memerlukan energi listrik dan biaya investasi dan operasional yang lebih tinggi.
| Reference Key |
firmansyah2017jurnalperbandingan
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Yogie Restu Firmansyah;Mohammad Razif |
| Journal | Oncogene |
| Year | 2017 |
| DOI |
DOI not found
|
| URL | |
| Keywords |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.