kenyamanan termal pada bangunan kolonial belanda di semarang
Clicks: 97
ID: 169440
2004
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Improving Quality
0.0
/100
Combines engagement data with AI-assessed academic quality
Reader Engagement
Steady Performance
28.8
/100
96 views
4 readers
Trending
AI Quality Assessment
Not analyzed
Abstract
Dutch colonial building in Semarang categorized in three groups; buildings built without considering the humid-tropical climate, those in which a part of the building was adapted and whole buildings built suitable for the humid-tropical climate. From third the category tested with measuring air temperature, humidity and air movement in building to be processed by using PMV ( Predicted Mean Vote) according to P.O. Fanger. From result of this research can know, which ist the part of building, which have important role and how big its role in improving the building comfort. Abstract in Bahasa Indonesia : Bangunan Kolonial Belanda di Semarang di kategorikan dalam tiga kelompok yaitu; bangunan kolonial yang belum beradaptasi dengan Iklim tropis lembab, baru sebagian dan sudah beradaptasi dengan iklim tropis lembab. Dari ketiga kategori tersebut diuji dengan mengukur temperatur udara, kelembaban dan kecepatan pergerakan udara di dalam bangunan untuk selanjutnya diolah dengan menggunakan PMV (Predicted Mean Vote) menurut P.O. Fanger. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bagian bangunan mana dan seberapa besar perannya dalam meningkatkan kenyamanan bangunan tersebut. Kata kunci: PMV (Predicted Mean Vote) Kenyamanan termal, bangunan kolonial Belanda
| Reference Key |
purwanto2004dimensi:kenyamanan
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;L.M.F. Purwanto |
| Journal | iucrdata |
| Year | 2004 |
| DOI |
DOI not found
|
| URL | |
| Keywords |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.