urgensi kecerdasan emosional guna menentukan keberhasilan peserta didik dalam proses pembelajaran

Clicks: 284
ID: 167560
2017
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
Popular

Ranked #10 of 10 articles by views in indoor air

Most read Least read

Bar heights use a square-root scale.

Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract
Penelitian ini diproyeksikan untuk memaparkan kecerdasan emosional yang dimiliki oleh Nabi Musa di dalam Surat al-Qasas. Mengingat bahwa keberhasilan seseorang dalam menggapai suatu keinginan tertentu di dalam kehidupan nyatatidak hanya ditentukan oleh kecerdasan kognitif saja. akan tetapi diperlukan kecerdasan emosional yang  sangat menentukan keberhasilan tersebut. Di dalam teori kecerdasan emosional yang dirumuskan Golemann, terdapat lima dasar kecakapan emosi dan sosial yang  meliputi (1) kesadaran diri. Mengetahui apa yang kita rasakan pada suatu saat dan menggunakannya untuk  mengambil keputusan, (2) penguasaan diri.mampu pulih dari tekanan emosi dengan cepat, (3) motivasi dapat mengendalikan emosi ketika mendapatkan kegagalan, menggerakan hasrat untuk menuju ke sasaran, (4) empati; merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, mampu memahami perspektif mereka, (5) keterampilan sosial; menangani emosi dengan baik ketika berhubungan dengan orang lain dengan cermat memahami situasi dan jaringan social. penelitian ini juga akan dibantu dengan teori semiotika Charles S. Peirce untuk dapat menganalisi tanda bahasa yang menggambarkan kecerdasan emosional Nabi Musa as. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa Allah menggambarkan kecerdasan emosional dan sosial pada diri Nabi Musa secara berurutan, yakni dimulai dari ayat ke 14 hingga ayat ke 35. Nabi Musa yang dikirim Allah untuk membimbing dan memimpin Bani Israil dibekali dengan kecerdasan emosional dan sosial yang sangat mengagumkan. Beliau dapat memotivasi dirinya sendiri, berempati, dapat mengurangi keagresifan diri, dan kemampuan-kemampuan lain yang membantu Musa “berprestasi” dalam memimpin Bani Israil, terlepas dari penafsiran, dan anggapan lain yang bertentangan dengan apa yang diinterpretasikan oleh peneliti. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa makna argument dari kisah Musa di dalam Surat al-Qasas adalah seluruh pemimpin yang “berprestasi” memiliki kecerdasan emosional dan sosial. Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Proses Pembelajaran.
Reference Key
musodiq2017jurnalurgensi Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;agus musodiq
Journal indoor air
Year 2017
DOI
10.25217/ji.v2i1.95
URL
Keywords

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.