peran alergi makanan dan alergen hirup pada dermatitis atopik

Clicks: 132
ID: 166949
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
Popular

Ranked #33 of 159 articles by views in medical mycology

Most read Least read

Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 159 in total.

Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract
Sensitisasi makanan dan aeroalergen memegang peran pada patogenesis penyakit atopik seperti dermatitis atopik (DA), rinitis alergik dan asma. Dermatitis atopik merupakan suatu penyakit kronik yang tidak dapat disembuhkan 100% dan sering mengalami eksaserbasi, serta menimbulkan masalah pada orang tua dan dokter. Banyak faktor yang berperan pada DA, baik faktor eksogen atau endogen maupun kombinasi keduanya. Faktor genetik merupakan salah satu faktor yang berperan pada DA. Faktor eksogen seperti makanan aeroalergen banyak dilaporkan sebagai pencetus timbulnya DA. Masih terdapat perbedaan pendapat mengenai makanan sebagai penyebab tetapi terdapat bukti bahwa bila makanan dihindarkan gejala dermatitis membaik. Susu sapi memprovokasi gejala DA pada usia bayi1 dan 30% DA disebabkan alergi susu sapi2. Alergen hirup seperti tungau debu rumah berperan pada patogenesis DA, terutama pada anak; hal ini berdasarkan beberapa pengamatan klinis, uji kulit dan IgE spesifik yang tinggi serta terdapat perbaikan gejala klinis DA setelah penghindaran tungau debu rumah.3 Alergen makanan lebih berpengaruh pada usia bayi kurang dari 1 tahun sedangkan aeroalergen pada usia di atas 2 tahun.4 H asil penelitian di Departemen IKA RSCM menunjukkan bahwa DA pada anak dengan onset kurang dari 1 tahun yang telah tersensitisasi telur dan aeroalergen akan meningkatkan risiko alergi saluran napas di kemudian hari sampai sepuluh kali lipat
Reference Key
siregar2016sariperan Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;Sjawitri P Siregar
Journal medical mycology
Year 2016
DOI
10.14238/sp6.4.2005.155-8
URL
Keywords Keywords not found

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.