leukositosis pada ibu sebagai salah satu faktor risiko infeksi neonatal awitan dini: telaah klinis di rsab harapan kita
Clicks: 95
ID: 164663
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Popular Article
28.2
/100
95 views
11 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
PopularRanked #48 of 159 articles by views in medical mycology
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 159 in total.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Latar belakang. Infeksi awitan dini neonatal masih menjadi masalah karena tingginya angka kesakitan,
kematian, biaya perawatan, dan akan menimbulkan komplikasi tumbuh kembang di kemudian hari
khususnya bayi prematur. Di sisi lain diagnosis cepat sangat diperlukan terutama untuk menentukan saat
pemberian antibiotik.
Tujuan. Mengetahui hubungan faktor risiko maternal sebagai prediktor terjadinya infeksi neonatal awitan
dini (INAD).
Metode. Studi kasus kontrol, retrospektif terhadap pasien neonatus yang dirawat di Unit Perawatan Intensif
Neonatal, Rumah Sakit Anak dan Bunda ”Harapan Kita” sejak Desember 2008 sampai dengan November
2010. Data dianalisis secara multivariat regresi logistik dengan menggunakan program SPSS 16.0.
Hasil. Subyek penelitian 566 bayi baru lahir dari 5094 kelahiran selama periode dua tahun; ditemukan
179 neonatus (35,17 per 1000 kelahiran) didiagnosis tersangka INAD, 12 (6,7%) terbukti berdasarkan
pemeriksaan biakan darah. Jenis kuman adalah Staphylococcus epidermidis (6), candida sp (2), Staphylococcus
aureus (1), Streptococcus B hemoliticus (1), Streptococcus maltophilia (1), serratia sp (1). Faktor risiko
leukositosis (15.000 sel/mm3) pada ibu dan adanya leukosit (5/LPB) dalam cairan lambung bayi yang
diaspirasi segera setelah lahir memiliki probabilitas sebagai prediktor kemungkinan neonatus menderita
infeksi awitan dini sebesar 67.7%.
Kesimpulan. Peningkatan jumlah leukosit darah ibu dan peningkatan jumlah leukosit dalam cairan lambung
bayi yang diaspirasi segera setelah lahir merupakan prediktor kemungkinan neonatus menderita infeksi
awitan dini
| Reference Key |
hendrarto2016sarileukositosis
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Toto Wisnu Hendrarto |
| Journal | medical mycology |
| Year | 2016 |
| DOI |
10.14238/sp13.1.2011.33-40
|
| URL | |
| Keywords |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.