rebung bambu tabah (gigantochloa nigrociliata) berpotensi sebagai bahan afrodisiak pada mencit jantan (potential aphrodisiac activity of tabah bamboo shoots (gigantochloa nigrociliata) in male mouse)
Clicks: 179
ID: 162340
2017
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Steady Performance
30.0
/100
179 views
19 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
SteadyRanked #57 of 126 articles by views in journal of advanced research
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 126 in total.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
This study was conducted to observe the potential aphrodisiac activity of Gigantochloa nigrociliata in male mouse Mus musculus. The twenty four male mice, aged 12 weeks were divided randomly into four groups, each group consisted of 6 mice. One group was used as control (P0) where the mice were treated with aquadest. Three other groups were given treatment. The extracts contained of water (P1), etanol (P2), and n-hexane (P3). The animals in each treatment were treatments given 200 mg/kg bw Gigantochloa nigrociliata of extract orally (gavage) once daily as much as 0,2 mL for 33 days. The observations of sexual behaviour performed every three days during the treatment. Variables observed for the sexual behaviour are both the number and latency of mount and intromission. Mice were anaesthetized after 33 days. Cauda epidydimis were analyzed for motility, number and viability of sperms. The result showed that testosterone serum level increased significantly on etanol extract group (p<0.05). There were significantly increased the mounting number, intromission number with reduction in mounting latency, and intromission latency of male mice (P<0.05). There was significant an increase in the number of (a) sperm motility and number of sperm on etanol extract group (p<0.05). The results of the present study demonstrate that Gigantochloa nigrociliata extract improve sexual behaviour in male mouse.
ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian mengenai potensi rebung bambu tabah sebagai bahan afrodisiak yang diujikan pada mencit jantan (Mus musculus). Sebanyak 24 mencit dikelompokkan menjadi empat perlakuan dan enam ulangan. Satu kelompok digunakan sebagai kontrol (P0). Tikus pada kelompok kontrol diberikan aquades. Tiga kelompok lainnya diberikan perlakuan ekstrak air bambu tabah (P1), ekstrak etanol bambu tabah (P2), dan ekstrak n-hexane bambu tabah (P3). Setiap hewan pada masing masing perlakuan diberikan ekstrak 200 mg/kg bb (bobot badan) sebanyak 0,2 mL ) secara oral selama 33 hari. Pengamatan perilakukawin berupa mount dan intromission dilakukan setiap 3 hari sekali. Setelah 33 hari hewan dikorbankan untuk dikoleksi epididimis bagian cauda yang digunakan dalam analisis spermatozoa dan pengambilan darah yang digunakan dalam analisis hormon testosteron serum. Hasil analisis dengan menggunakan uji one way Anova menunjukkan adanya perbedaan kadar hormon testosteron serum secara signifikan (p<0,05). Kelompok hewan dengan perlakuan etanol memiliki kadar hormon yang lebih tinggi dibandingkan kelompok lain. Kelompok hewan dengan perlakuan heksan memiliki kadar hormon terendah dengan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan kelompok perlakuan lain. Terjadi pula perbedaan motivasi seksual yang diamati pada perilaku kawin berupa mount dan intromission. Perbedaan jumlah dan waktu terjadinya mount dan intromission terjadi secara signifikan di antara kelompok perlakuan dan kontrol (p<0,05). Peningkatan jumlah mount dan intromission, serta semakin singkatnya waktu untuk mencapai mount dan intromission terjadi secara signifikan dibandingkan dengan kontrol dan diantara kelompok perlakuan (p<0,05). Hasil analisis data juga menunjukkan peningkatan motilitas spermatozoa tipe (a) yakni spermatozoa dengan gerakan yang progresif maju ke depan dan jumlah spermatozoa, terutama pada esktrak etanol rebung secara signifikan. Disimpulkan bahwa rebung bambu berpotensi sebagai bahan afrodisiak karena dapat meningkatkan hormon testosteron yang merupakan salah satu faktor penting dalam pengaturan sistem reproduksi serta dapat meningkatkan motivasi seksual yang diuji pada mencit jantan.
| Reference Key |
sukmaningsih2017jurnalrebung
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Anak Agung Sagung Alit Sukmaningsih;Ida Bagus Wayan Gunam;Nyoman Semadi Antara;Pande Ketut Diah Kencana;I Wayan Widia |
| Journal | journal of advanced research |
| Year | 2017 |
| DOI |
10.19087/jveteriner.2017.18.3.393
|
| URL | |
| Keywords |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.