problematika kebudayaan dalam novel aku tidak membeli cintamu karya desni intan suri abstract

Clicks: 228
ID: 155428
2018
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality Improving Quality
0.0 /100
Combines engagement data with AI-assessed academic quality
AI Quality Assessment
Not analyzed
Abstract
Dalam pemilihan novel Aku Tidak Membeli Cintamu karya Desni Intan Suri ada dua alasan. Pertama, novel ini isinya menonjolkan kebudayaan. kebudayaan mengenai adat istiadat Minangkabau, Pariaman. Kedua kebudayaan yang ditonjolkan dalam novel Aku Tidak Membeli Cintamu karya Desni Intan Suri ini berbeda dengan daerah lain yang ada di Minangkabau. Keunikannya tergambar jelas dari adat istiadat mengenai uang jamputan. sama-sama diketahui dalam sebuah perkawinan yang meyediakan emas kawin adalah pria.  Namun sangat berbeda tradisi orang Pariaman, wanita yang harus mengeluarkan uang untuk pihak keluarga lalaki sebagai emas kawin. Emas kawinitu disebut sebagai  Uang jamputan, uang jamputan itu tergantung dengan gelar yang dimiliki lalaki. Tradisi ini sangat Nampak hanya memperlihat martabat keluarga saja. tokoh utama Suci Intan Baiduri yang jelaskan oleh pengarang merupakan orang yang kontra dengan tradisi kampung halamannya sendiri. Sehingga dalam novel ini tejadi masalah-masalah kebudayaan, maka penelitian ini di fokuskan Problematika Kebudayaan dalam novel Aku Tidak Membeli Cintamu karya Desni Intan Suri.Tujuan dari penelitian. Mendeskripsikan Problematika kebudayaan yang terdapat dalam novel Aku Tidak Membeli Cintamu karya Desni Intan suri. Jenis penelitian ini adalah penelitian sastra dengan menggunakan metode Hermeneutika. Data yang di interpretasikan dalam penelitian ini adalah problematika kebudayaan dalam novel Aku Tidak Membeli Cintamu karya Desni Intan Suri.   Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik kartu data. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut  (1) Menelaah data yang telah dikelompokkan berdasarkan problematika kebudayaan (2) Menganalisis data yang telah dikelompokkan berdasarkan hambatan budaya yang berkaitan dengan pandang hidup dan sistem kepercayaan, hambatan budaya berkaitan dengan persepsi atau sudut pandang, hambatan budaya yang berkaitan dengan psikologi atau kejiwaan, sikap tradisional, dan perkembangn teknologi (3) Menafsirkan data yang telah dikelompokkan (4) Menegaskan data yang telah ditafsirkan (5) Menyimpulkan data penelitian. Peneliti menemukan 34 problematika kebudayaan. Hambatan budaya yang berkaitan dengan pandangan hidup dan sistem kepercayaan 15 data. Hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan persepsi atau sudut pandang 11 data. Hambatan budaya yang berkaitan dengan faktor psikologi atau kejiwaan 3 data. Sikap tradisionalisme yang berprasangka buruk terhadap hal-hal baru terdiri dari 3 data, perkembangan teknologi 2 data. Sedangkan masyarakat yang terasing  kurang komunikasi dengan masyarakat luar, dan  sikap etnosentrisme tidak ada ditemukan. Kata kunci: problematika kebudayaan, adat istiadat, novel, metode hermeneutika
Reference Key
novianti2018deiksis:problematika Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;Hasmi Novianti
Journal deiksis: jurnal pendidikan bahasa dan sastra indonesia
Year 2018
DOI
DOI not found
URL
Keywords

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.