pengaruh pariwisata pada keberagaman seni rupa sebagai modal kultural bali: studi pada komunitas dan perhelatan seni rupa di wilayah denpasar, klungkung, dan singaraja

Clicks: 204
ID: 153286
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality Improving Quality
0.0 /100
Combines engagement data with AI-assessed academic quality
AI Quality Assessment
Not analyzed
Abstract
Pulau Bali terkenal sebagai salah satu tujuan wisata terbesar di dunia yang berkaitan erat dengan budaya Bali. Perkembangan seni rupa modern tidak dapat dipisahkan dari sejarah kolonialisme pada tahun 1900-an melalui pengembangan awal pariwisata yang memengaruhi perkembangan praktik seni Bali dan wacananya. Studi kualitatif ini akan melihat Bali sebagai kawasan-kawasan yang berbeda dalam spektrum perkembangan seni rupa yang dipengaruhi oleh konteks perkembangan pariwisata di tiap wilayah. Metode yang digunakan adalah aksi partipatoris di lapangan dengan pendekatan hermeneutik untuk memahami konteks, makna, dan nilai estetik yang terbangun dalam kegiatan-kegiatan seni rupa di Klungkung dalam kegiatan komunitas Batu Belah dalam acara Global Change Art Climate 2015, di Denpasar dan sekitarnya dalam kegiatan komunitas Sprites Art 2015, dan di Buleleng dalam kegiatan komunitas Segara Lor pada Buleleng Festival 2013. Perbedaan dalam konteks pengembangan pariwisata di daerah-daerah tertentu di Bali telah memengaruhi perkembangan dan perbedaan makna dan nilai estetika karya seni di sana.   The Tourism Influence on Art Diversity as a Cultural Capital of Bali: Study on the Community and Art Events in Denpasar, Klungkung dan Singaraja. The island of Bali is famous as one of the largest tourist destination in the world. The development of modern art cannot be separated from the history of colonialism in the 1900s through the early development of Balinese art activities and their studies. This qualitative study sees Bali as different regions in the spectrum of the development of art which influenced by the context of the development of tourism in each region. The method used in this study is the action partipatoris field (participatory action field research) with a hermeneutic approach to understand the context, meaning, and aesthetic value that are built in the activities of art in Klungkung by among others are Batu Belah community in “The Global Change Art Climate 2015”, in Denpasar “Sprites activities Art” in 2015, and in Buleleng in activities “Segara Lor in Buleleng Festival 2013”. Differences in the context of the development of tourism in certain areas in Bali have influenced the development and meaning differences, and the aesthetic value of the works of art there.
Reference Key
himawan2016journalpengaruh Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;Willy Himawan;Setiawan Sabana;A. Rikrik Kusmara
Journal journal of urban society's arts
Year 2016
DOI
10.24821/jousa.v3i2.1478
URL
Keywords

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.