angka kejadian bayi berat badan lahir rendah sebelum dan semasa krisis ekonomi; suatu penelitian di rumah sakit

Clicks: 71
ID: 150638
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
Popular

Ranked #59 of 159 articles by views in medical mycology

Most read Least read

Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 159 in total.

Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract
Krisis ekonomi yang terjadi sejak tahun 1997 memberikan dampak yang luas dan meresahkan masyarakat. Masyarakat menduga krisis ekonomi mengakibatkan gizi buruk pada bayi baru lahir dengan indikator bayi berat lahir rendah (BLBR). Ilmu Kesehatan Anak menggunakan kelahiran bayi kecil masa kehamilan (KMK) sebagai indikator gizi buruk pada bayi baru lahir. Kondisi lain yang mengakibatkan kelahiran BBLR adalah prematuritas. Penulis merasa perlu meneliti sejauh mana pengaruh krisis ekonomi terhadap kelahiran BBLR, baik dalam bentuk KMK ataupun prematuritas. Penelitian ini bersifat retrospektif. Subjek penelitian adalah semua BBLR lahir hidup di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung sebelum krisis ekonomi antara Oktober sampai Desember 1998 (kelompok II). Data didapat dari rekam medik. Dari 83 bayi dalam kelompok I didapatkan bayi KMK sebanyak 50 bayi (60%), 28 bayi (55%) tipe simetris; bayi prematur 25 bayi (30%); bayi prematur-KMK 6 bayi (22%). Sedangkan dari 86 bayi dalam kelompok II didapatkan bayi KMK sebanyak 34 bayi (39,5%), 19 (56%) tipe simetris; bayi prematur 45 bayi (52%); bayi prematur-KMK 7 (16%). Berdasarkan uji X_ didapatkan penurunan bermakna dari jumlah bayi KMK pada BBLR semasa krisis ekonomi (p=0,007). Namun di lain pihak terdapat peningkatan bermakna dari jumlah bayi prematur pada BBLR semasa krisis ekonomi (p=0,007). Sedangkan jumlah bayi prematur-KMK pada bayi BBLR sebelum dibandingkan dengan semasa krisis ekonomi tidak didapatkan perbedaan (p=0.384). Dapat disimpulkan bahwa jumlah kelahiran bayi KMK justru mengalami penurunan semasa krisis ekonomi. Sedangkan krisis ekonomi ternyata lebih berdampak pada peningkatan kelahiran bayi prematur yang juga merupakan permasalahan di bidang kesehatan anak.
Reference Key
hidayat2016sariangka Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;Sjarif Hidayat;Kiki Madiapermana K Samsi;Mia Milanti Dewi
Journal medical mycology
Year 2016
DOI
10.14238/sp3.2.2001.88-91
URL
Keywords

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.