studi implementasi rcm untuk peningkatan produktivitas dok apung (studi kasus: pt.dok dan perkapalan surabaya)
Clicks: 103
ID: 149995
2017
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Steady Performance
30.0
/100
103 views
22 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
SteadyRanked #166 of 239 articles by views in Oncogene
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 239 in total.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Dok apung merupakan salah satu fasilitas galangan yang ada di PT.Dok dan Perkapalan Surabaya, yang terdiri dari dok I,II,IV dan V. Dok apung mempunyai peran yang sangat penting dalam kegiatan reparasi kapal. Oleh karena itu, PT.Dok dan Perkapalan Surabaya melakukan tindakan perawatan untuk menjaga kinerja dok apung. Mengingat begitu pentingnya peran dok apung, maka dilakukan penelitian tindakan dan rencana perawatan yang tepat untuk meningkatkan produktivitas dok apung dengan menggunakan metode RCM. Penelitian dengan metode RCM (Reliability Centered Maintenance) secara umum dibagi menjadi 2 yaitu, secara kualitatif dan secara kuantitatif. Analisa kualitatif terdiri dari FMEA (Failure Mode and Effect Analysis), FTA (Fault Tree Analysis), dan LTA (Logic Tree Analysis). Sedangkan analisa kuantitatif terdiri dari perhitungan MTTF (Mean Time to Failure), MTTR (Mean Time to Repair), penentuan reliability, dan failure rate dengan menggunakan software weibull 6++. Dari hasil analisa kualitatif terdapat 4 komponen MSI (Maintenance Significant Item), yaitu capstan, ponton, crane dan pompa. Dari hasil analisa kuantitatif didapatkan komponen yang memengaruhi reliability dok apung. Reliability yang paling rendah yaitu ponton, pompa, capstan dan crane. Penilaian reliability didasarkan pada akibat yang ditimbulkan dari kerusakan atau kegagalan komponen terhadap sistem, sedangkan nilai MTTF (Mean Time to Failure) paling rendah pada crane dan pompa yaitu 120 dan 150 hari. Secara teoritis, penerapan RCM (Reliability Centered Maintennace) akan meningkatkan keandalan komponen. Tindakan dan rencana perawatan yang disarankan berdasarkan metode RCM (Reliability Centered Maintenance) yaitu melakukan pengecekan secara rutin serta melakukan training pada bagian maintenance mengenai konsep perawatan. Interval maintenance pada crane dan ponton dilakukan setiap 1 bulan sekali, sedangkan interval maintenance pada capstan dan pompa dilakukan setiap 2 bulan sekali.
| Reference Key |
mufarikhah2017jurnalstudi
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Nurlaily Mufarikhah |
| Journal | Oncogene |
| Year | 2017 |
| DOI |
DOI not found
|
| URL | |
| Keywords |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.