konservasi pendidikan karakter islami dalam hidden curriculum sekolah

Clicks: 187
ID: 149081
2014
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract
Pendidikan di negeri ini hingga sekarang masih menyisakan banyak persoalan, baik dari segi kurikulum, manajemen, maupun para pelaku dan pengguna pendidikan. SDM Indonesia masih belum mencerminkan cita-cita pendidikan yang diharapkan. Masih banyak ditemukan kasus seperti siswa melakukan kecurangan ketika sedang menghadapi ujian, bersikap malas dan senang bermain, hura-hura, senang tawuran antar sesama siswa, melakukan pergaulan bebas, hingga terlibat narkoba dan tindak kriminal lainnya. Kenyataan membuktikan bahwa Indonesia banyak bermasalah dalam hal karakter. Hal ini berarti bangsa Indonesia yang didominasi oleh umat Islam belum mengamalkan ajaran agama dengan baik. Untuk itu, perlu menjadikan pendidikan karakter Islami sebagai pondasi utama dalam membangun karakter manusia. Dengan agamalah karakter yang seutuhnya bisa dibangun. Namun demikian, untuk zaman sekarang masih diperlukan metode dan strategi yang dikembangkan oleh para ahli moral melalui hidden curriculum di sekolah.
Reference Key
fathurrohman2014jurnalkonservasi Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;Fathurrohman
Journal jurnal pendidikan agama islam (journal of islamic education studies)
Year 2014
DOI
10.15642/jpai.2014.2.1.131-143
URL
Keywords Keywords not found

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.