pengaruh faktor komposisional dan faktor kontekstual terhadap kejadian hipertensi di jawa dan bali

Clicks: 76
ID: 147141
2015
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality Improving Quality
0.0 /100
Combines engagement data with AI-assessed academic quality
AI Quality Assessment
Not analyzed
Abstract
Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat, karena prevalensi yang tinggi dan merupakansalah satu faktor utama penyebab kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluhdarah. Banyak studi yang membuktikan bahwa hipertensi berkaitan dengan pola hidup, yang seharusnyadapat dicegah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan dari faktor komposisional (tingkatindividu) serta determinan lingkungan (tingkat rumah tangga dan tingkat kabupaten/kota) terhadapkejadian hipertensi di Jawa dan Bali. Analisis lanjut data Riset Kesehatan Dasar 2007, Susenas 2007,dan data Potensi desa 2008 dengan pendekatan analisis multilevel dilakukan untuk mengestimasi efekkontekstual, sehingga dapat menentukan skala prioritas implikasi program intervensi terhadap kejadianhipertensi. Dikarenakan adanya keterbatasan data analisis ini hanya meliputi 200.603 penduduk dengankelompok umur 15-60 tahun dari 83.693 rumah tangga di 134 kabupaten/kota pada 7 Provinsi di wilayahJawa dan Bali. Prevalensi hipertensi di Jawa dan Bali adalah 26,4 persen (95% CI: 26,2-26,6). Tampakada perbedaan peranan di tingkat individu (84,9%), tingkat rumah tangga (6,4%) dan tingkat kabupaten/kota (8,7%). Pada tingkat individu, ada 3 variabel yang berperan cukup besar terhadap kejadianhipertensi di wilayah Jawa Bali yaitu IMT ≥ 25 Kg/m2  (OR: 2,02) dengan kontribusi 4,3 persen, obesitasabdominal (OR: 1,45) dengan kontribusi 2,4 persen dan tingkat pendidikan < SLTP (OR: 1,38) dengankontribusi 1,6 persen. Pada tingkat rumah tangga, variabel yang berperan terhadap kejadian hipertensiadalah kepadatan hunian < 9 m2/orang (IOR: 1,56 - 1,74), pengeluaran perkapita (IOR: 1,56 - 1,74),dan tidak adanya dukungan kegiatan olahraga (IOR: 1,51-1,80). Sedangkan pada tingkat kabupaten/kota variabel yang berperan adalah daerah dengan skor IPM kaya (IOR: 1,00 - 1,62).Penelitian inimerekomendasikan program intervensi, terutama ditujukan pada faktor komposisional pada tingkatindividu. Menurunkan berat badan dengan mempertahankan berat badan ideal dan meniadakan obesitassentral, serta meningkatkan kerjasama lintas sektor non kesehatan dalam meningkatkan pendidikan.
Reference Key
pradono2015mediapengaruh Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;Julianty Pradono;Purnawan Junaidi
Journal scientia marina
Year 2015
DOI
DOI not found
URL
Keywords

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.