intoleransi laktosa pada anak dengan nyeri perut berulang

Clicks: 16
ID: 142184
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
Popular

Ranked #82 of 159 articles by views in medical mycology

Most read Least read

Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 159 in total.

Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract
Sakit perut berulang (SPB) merupakan masalah yang sering ditemukan pada anak terutama dalam hal pendekatan diagnosis dan tatalaksana. Sebagian besar penyebab SPB adalah gangguan fungsional dan hanya sebagian kecil (10%) yang disebabkan oleh kelainan organik. Intoleransi laktosa dilaporkan merupakan penyebab SPB terbanyak pada anak berusia di atas 5 tahun. Intoleransi laktosa terjadi akibat ketidakmampuan laktase menghidrolisis laktosa yang masuk ke dalam usus halus. Manifestasi klinis yang diperlihatkan sangat bervariasi seperti mual, muntah, sakit perut, kembung, sering flatus dan diare. Berbagai pemeriksaan penunjang dapat digunakan untuk mendiagnosis keadaan intoleransi laktosa. Uji hidrogen napas merupakan alat diagnostik pilihan saat ini, karena bersifat non invasif dan mempunyai nilai sensitifitas dan spesifisitas yang tinggi, serta sangat mudah dan aman dilakukan pada anak. Biopsi usus masih merupakan uji diagnostik baku emas untuk mengukur aktivitas laktase. Prevalens intoleransi laktosa di berbagai tempat di dunia sangat beragam. Ras dan pola hidup dalam mengkonsumsi susu/produk susu dilaporkan berperan pada aktivitas laktase. Di Indonesia, prevalens intoleransi laktosa pada anak pernah dilaporkan dengan memperlihatkan peningkatan prevalens sesuai dengan bertambahnya usia, tetapi prevalens intoleransi laktosa pada anak yang menderita SPB belum pernah dilaporkan.
Reference Key
yohmi2016sariintoleransi Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;Elizabeth Yohmi;Aswitha D. Boediarso;Badriul Hegar;Pramita G. Dwipurwantoro;Agus Firmansyah
Journal medical mycology
Year 2016
DOI
10.14238/sp2.4.2001.198-204
URL
Keywords

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.