harmoni sosial dalam keberagaman dan keberagamaan masyarakat minoritas muslim papua barat

Clicks: 151
ID: 141636
2017
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract
Abstrak Papua Barat menjadi wilayah dimana keberagamaan dan keberagaman mengalami perjumpaan dengan etnisitas. Untuk itu, diperlukan sebuah eksplorasi untuk mengidentifikasi tentang keberadaan agama sebagai aspek yang mempersatukan. Dengan demikian, artikel ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan agama yang menjadi pilihan pribadi masyarakat Papua Barat. Pada saat yang sama, justru agama juga menjadi perekat kehidupan masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di Sorong Raya, Papua Barat. Wawancara mendalam dan pengamatan tidak berpartisipasi digunakan untuk mengumpulkan data. Untuk kepentingan triangulasi data dilakukan diskusi terarah, termasuk penyajian hasil penelitian awal melalui forum diskusi sebanyak dua kali. Artikel ini mendiskusikan perjumpaan agama-agama melahirkan harmoni dan kebersamaan. Keberadaan agama justru menjadi bagian yang tidak menjadi pembeda. Bahkan dalam beberapa hal, kegiatan keagamaan dijadikan sebagai kegiatan bersama walaupun berbeda-beda agama. Akhirnya, artikel ini mendiskusikan beberapa hal berkaitan dengan budaya yang juga tetap memberikan ruang bagi perbedaan-perbedaan dalam memilih keyakinan masing-masing. Abstract West Papua is region where diversity and religiosity encounter with ethnicity. Therefore, it is a need to explore to identify on religion existence as an aspect to unite. In addition, this article will analyses religious variety which private choose of West Papua community. In the same time, religion is a adhesive of community life. This research was conducted in great area of Sorong, West Papua. In-depth interview and non-participant observation were employed to collect data. Triangulation technique was conducted through focus group discussion twice. This article discusses religions encounters in order to strengthen harmony and togetherness. Agama existence is a part of unity which not a difference. Moreover, in some cases, religious activities are activity together even thought they choose different religion. Finally, this article discusses some subjects in line with culture to provide space for difference in choosing each faith.
Reference Key
wekke2017kalamharmoni Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;Ismail Suardi Wekke
Journal kalam
Year 2017
DOI
10.24042/klm.v10i2.3
URL
Keywords

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.