gambaran klinis dan kelainan imunologis pada anak dengan lupus eritematosus sistemik di rumah sakit umum pusat adam malik medan

Clicks: 260
ID: 139481
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
Popular

Ranked #12 of 180 articles by views in medical mycology

Most read Least read

Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 180 in total.

Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract
Latar belakang. Lupus eritematosus sistemik (LES) adalah penyakit autoimun sistemik yang disebabkan oleh keterkaitan faktor lingkungan, hormonal dan genetik. Manifestasi klinis dan hasil laboratorium diperlukan untuk menegakkan diagnosis LES. Tujuan. Untuk melihat pola gambaran klinis dan abnormalitas laboratorium pada anak LES yang datang ke Poli Alergi Imunologi Anak Rumah Sakit Umum Pusat Adam Malik, Medan. Metode. Penelitian merupakan studi deskriptif terhadap 12 anak dengan diagnosis LES berdasarkan kriteria American College of Rheumatology(ACR) revisi yang datang ke Poliklinik Alergi Imunologi Anak RSUP Adam Malik Medan sejak tahun 2006-2010. Catatan medis pasien LES dikumpulkan untuk melihat gambaran klinis dan kelainan imunologis. Hasil. Dua belas pasien memenuhi kriteria ACR yang direvisi, terdiri dari 11 anak perempuan dan satu anak laki-laki, dengan rerata usia 10,25 (antara 3-15 tahun). Semua pasien dengan manifestasi klinis demam, ruam kulit berbentuk kupu-kupu, nyeri sendi dan penurunan berat badan. Pemeriksaan laboratorium pada semua pasien menunjukkan anemia, test ANA positif, dan kenaikan titer anti ds-DNA Kesimpulan. Demam, ruam kupu-kupu, nyeri sendi dan penurunan berat badan merupakan manifestasi klinis yang paling sering dan ditemukan pada semua pasien.Anemia, test ANA positif, dan kenaikan titer anti-dsDNA juga ditemukan pada semua pasien.
Reference Key
evalina2016sarigambaran Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;Rita Evalina
Journal medical mycology
Year 2016
DOI
10.14238/sp13.6.2012.406-11
URL
Keywords

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.