hubungan kadar hemoglobin dengan respon sitokin proinflamasi dan anti inflamasi pada penderita infeksi plasmodium falciparum dan plasmodium vivax di timika, papua tahun 2010

Clicks: 350
ID: 139061
2012
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
Popular

Ranked #5 of 70 articles by views in scientia marina

Most read Least read

Bar heights use a square-root scale.

Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract

Anemia merupakan salah satu dampak infeksi malaria falsiparum dan malaria vivaks. Respon imun ternyata mempengaruhi kadar hemoglobin. Sitokin proinflamasi dan antiinflamasi memainkan peranan penting terjadinya anemia penderita terinfeksi P. falciparum dan P. Vivax.Tujuan penelitian adalah untuk menilai hubungan antara kadar hemoglobin dengan sitokin TNFα, IFNγ, IL12 dan IL10 pada penderita malaria falsiparum dan vivaks tanpa komplikasi.Metode penelitian adalah desain potong lintang  dengan jenis penelitian klinis, laboratoris, non intervensi dan analitik. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Mitra Masyarakat, Timika, Papua. Hasil penelitian didapati total 76 subyek malaria terinfeksi, P. falciparum(n=39) dan P. vivax(n=37) yang dapat diteliti. Rerata kadar hemoglobin pada P. falciparum dan P. vivax tidak berbeda ((11,2 (95%CI: 10,5-11,9) ;10,8 (95%CI: 10,2–11,4); p=0,377). Densitas parasitemia aseksual P. falciparum dan P. vivax tidak berkorelasi dengan kadar hemoglobin (r=0,131, p>0,05). Densitas parasitemia aseksual P. falciparum dan P. vivax berkorelasi negatif dan bermakna (p<0,05) terhadap rasio sTNF-α/IL10 (ρ= -0,398; ρ= -0,404), sIFN-γ/IL10 (ρ=-0,501; ρ=-0,522), sIL12/IL10 (ρ=-0,416; ρ=-0,584). Hasil analisis regresi logistik berganda menunjukkan bahwa rasio sIL12/IL10 adalah yang paling berpengaruh terhadap densitas parasitemia (OR: 0,16 (95%CI: 0,06–0,45)). Analisis bivariat rasio sitokin proinflamasi/antiinflamasi terhadap kadar haemoglobin`menunjukkan bahwa tidak ada korelasi yang bermakna tetapi analisis regresi logistik berganda menunjukkan kadar hemoglobin dipengaruhi oleh sIFN-γ/IL10 (OR: 0,16(95%CI: 0,03-0,77)) bersama rasio sTNF-α/IL10. Kesimpulan: Rasio sitokin proinflamasi terhadap antiinflamasi mengontrol densitas parasitemia aseksual dan mempengaruhi kadar haemoglobin.

 

Kata kunci : Malaria, hemoglobin, IL12, TNF-α, IFN-γ, IL10, Papua

 

Reference Key
hasugian2012mediahubungan Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;Armedy R. Hasugian;Heri Wibowo;Emiliana Tjitra
Journal scientia marina
Year 2012
DOI
DOI not found
URL
Keywords

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.