menjinakkan” globalisasi: studi kritis globalisasi budaya pada pementasan sendratari ramayana borobudur

Clicks: 153
ID: 137913
2017
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract
This article seeks to critically examine the performances of Ramayana as one of the cultural attractions is held periodically in the area of Prambanan temple. This study is motivated from concerns about the negative impact of globalization that hit the third world countries, including Indonesia. Among the negative form of globalization is economic and foreign cultural invasion that further marginalize local economic actors and diluting the national culture. Ramayana is an example case interesting because it uses global influences into Indonesia and transforming positively for the benefit of culture-based tourism. This tactic proved to be successful to make Ramayana as a tourist attraction that is quite attractive to foreign tourists or domestic. The article attempts to read the Ramayana as a form of glocalization, which emphasizes creativity in combining global elements with a particular locality. In addition, this article seeks to offer alternative improvements to the Ramayana using Multi-Stakeholder Governance framework and Value Chain approach.   Artikel ini berupaya melakukan telaah kritis terhadap pagelaran Sendratari Ramayana sebagai salah satu atraksi budaya yang diselenggarakan secara periodik di kawasan Candi Prambanan. Telaah ini dilatarbelakangi dari kekhawatiran akan dampak negatif globalisasi yang menerpa negara-negara dunia ketiga, termasuk Indonesia. Diantara bentuk negatif globalisasi ialah invasi  ekonomi dan budaya asing yang semakin meminggirkan pelaku ekonomi lokal dan melunturkan budaya nasional. Kasus Sendratari Ramayana menjadi contoh menarik karena berhasil mempergunakan pengaruh global yang masuk ke Indonesia dan mentransformasikannya secara positif untuk kepentingan pariwisata berbasis budaya. Siasat ini terbukti berhasil menjadikan Sendratari Ramayana sebagai sebuah daya tarik wisata yang cukup diminati bagi wisatawan asing ataupun domestik. Artikel ini berupaya membaca Sendratari Ramayana sebagai bentuk dari glokalisasi, yang menekankan pada kreatifitas dalam menggabungkan antara unsur global dengan lokalitas tertentu. Selain itu artikel ini juga berupaya menawarkan alternatif pembenahan terhadap Sendratari Ramayana menggunakan  kerangka pikir Multistakeholder Governance dan Value Chain.
Reference Key
akbar2017jurnalmenjinakkan Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;Nuruddin Al Akbar
Journal jurnal ilmu sosial mamangan
Year 2017
DOI
10.22202/mamangan.1925
URL
Keywords

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.