krisis barat modern menurut nasr

Clicks: 240
ID: 130704
2011
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality Improving Quality
0.0 /100
Combines engagement data with AI-assessed academic quality
AI Quality Assessment
Not analyzed
Abstract
Abad modern di Barat dimulai pada abad XVII, sekaligus merupakan awal kemenangan supremasi rasionalisme, empirisme dan posistivisme dari dogmadogma agama Ktisten. Abad modern di Barat adalah zaman ketika manusia menemukan dirinya sebagai kekuatan yang dapat menyelesaikan persoalan-persoalan hidupnya. Manusia dipandang sebagai makhluk yang bebas yang independen dari Tuhan dan alam. Manusia modern di Barat sengaja membebaskan diri dari tatanan ilahiah untuk kemudian membangun suatu tatanan yang semata-mata berpusat pada diri manusia, yang selanjutnya berakibat pada pemutusan nilai-nilai spritual. Modernisme di dunia Barat adalah bersifat anthropomorphisme yang menunjukkan kriteria dan instrumen pengetahuan bahwa yang menetapkan sains adalah semata-mata manusia. Dalam pandangan Sayyed Hossein Nasr ( selanjutnya disebut Nasr ), empirisme dan rasionalisme tidak dapat bertindak sebagai prinsip-prinsip dalam pengertian metafisika. Akibatnya pemikiran Barat modern tidak memiliki kepekaan terhadap yang sakral, mengingat humanisme modern tidak terpisahkan dari sekularisme. Untuk dapat menemukan kembali integritas manusia dan alam secara utuh, Nasr menekankan bahwa manusia harus berada pada titik pusat (Tuhan), mampu mengambil jarak dari kenyataan yang senantiasa berubah dan serba propan. Ringkasnya Nasr menghendaki agar manusia modern memikirkan kembali kehadiran Tuhan yang merupakan dasar suatu kebijakan hidup. Nasr dengan gagasan Islam tradisionalnya, tampaknya ingin mengajukan sebuah kebutuhan untuk menghidupkan kembali sains-sains tradisional dan kosmologis di tengah dunia modern, yang akan dapat memainkan peranan dalam membangkitkan kesadaran akan kesatuan sains dan pengetahuan spritual. Menghidupkan kembali sains tradisional, tidak berarti Nasr menolak metode eksprimen serta perangkatperangkat penelitian ilmiah modern yang telah terbukti sangat berhasil dalam sudi kuantitatif alam semesta. Tetapi Nasr menginginkan adanya perubahanperubahan fundamental dalam metode manusia modern terhadap realitas dan pengetahuan.
Reference Key
nur2011jurnalkrisis Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors ;Saleh Nur
Journal jurnal ushuluddin
Year 2011
DOI
DOI not found
URL
Keywords

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.