gambaran kunjungan pasien rawat jalan endokrinologi anak dan remaja fk usu / rs. h. adam malik medan, tahun 2000-2004
Clicks: 108
ID: 129118
2016
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This
article has not been analysed, so there is no overall score —
reader engagement is measured and shown alongside.
Reader Engagement
Star Article
30.0
/100
108 views
18 readers
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
StarRanked #41 of 159 articles by views in medical mycology
Most read
Least read
Bar heights use a square-root scale. Only the 120 most-read articles are drawn; the journal has 159 in total.
Mint this article as an NFT
Not yet mintedCreate a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.
5
SUSD
one-off · no wallet required
Abstract
Latar belakang. Masyarakat banyak yang tidak mengetahui bahwa kelainan endokrin
pada anak membutuhkan penanganan yang khusus dari ahli endokrinologi anak.
Tujuan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kunjungan
pasien endokrinologi anak dan remaja di RS H.Adam Malik Medan tahun 2000-2004.
Metoda. Penelitian ini merupakan studi deskriptif retrospektif. Data diperoleh dari
catatan rekam medik pasien yang berkunjung ke Poliklinik Endokrinologi Anak dan
Remaja FKUSU/RS. H. Adam Malik Medan dalam kurun waktu Januari 2000-Desember
2004.
Hasil. Terdapat 93 pasien yang berkunjung ke Poliklinik Endokrinologi Anak dan
Remaja, 33 anak perempuan (35%) dan 60 anak laki-laki(65%). Sebaran umur pada
saat datang pertama kali adalah 33 anak (35%) berusia 0-5 tahun, 25 anak (27%) berusia
> 5-10 tahun, 25 anak (27) % > 10-15 tahun, dan 10 anak (11%) berusia >15 tahun.
Keluhan utama yang paling sering muncul pada saat pasien datang berobat pertama kali
adalah alat kelamin laki-laki kecil 15 kasus (16%) dan buah zakar tidak turun 15 kasus
(16%), keluhan anak pendek 13 kasus (14%), benjolan di leher 12 kasus (13 %). Diagnosis
yang dijumpai adalah kriptorkismus (20%), mikropenis (16%) dan hipotiroidisme
kongenital (13%). Status gizi berdasarkan NCHS WHO 2000 pada pasien yang
berkunjung terutama gizi baik, terdapat pada 22 kasus (23,6%).
Kesimpulan. Kasus terbanyak berkunjung ke Poliklinik Endokrinologi Anak dan Remaja
adalah kriptorkismus (20%), mikropenis (16%) dan hipotiroidisme kongenital (13%).
Diduga masih banyak kasus endokrinologi anak dan remaja yang tidak ditangani oleh
ahli endokrinologi anak secara komprehensif oleh karena kemungkinan banyak kasus
yang tidak dirujuk.
| Reference Key |
deliana2016sarigambaran
Use this key to autocite in the manuscript while using
SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
|
|---|---|
| Authors | ;Melda Deliana;Hakimi Hakimi;Siregar CD |
| Journal | medical mycology |
| Year | 2016 |
| DOI |
10.14238/sp7.4.2006.183-7
|
| URL | |
| Keywords | Keywords not found |
Citations
No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org
Comments
No comments yet. Be the first to comment on this article.