İhracat Engellerinin Kurumsal Kuram Perspektifinden Değerlendirilmesi (Evaluation of Export Barriers from the Institutional Theory Perspective)

Evaluasi Hambatan Ekspor dari Perspektif Teori Institusional

Clicks: 428
ID: 109019
2019
Article Quality & Performance Metrics
Overall Quality
Not rated
Combines reader engagement with the AI quality analysis. This article has not been analysed, so there is no overall score — reader engagement is measured and shown alongside.
AI Quality Assessment
Not analyzed
Readership in this journal
Emerging

Ranked #6 of 67 articles by views in İşletme araştırmaları dergisi

Most read Least read

Bar heights use a square-root scale.

Mint this article as an NFT
Not yet minted

Create a permanent, verifiable on-chain record of this article on the Scimatic Network. The NFT is held in your Journament account, and you can withdraw it to your own wallet at any time.

5 SUSD one-off · no wallet required
Abstract
Amaç – İşletmelerin karşılaştıkları ihracat engellerini ve bu engellerin ortadan kaldırılmasına yönelik önerileri konu alan zengin bir uluslararasılaşma literatürü 1980’lerden itibaren oluşmaya başlamıştır. Bununla birlikte farklı kurumsal çevrelerde faaliyet gösteren işletmelerin karşılaştıkları engellerin nedenlerine yönelik yeterli bir ilgi oluşmamıştır. Bu doğrultuda çalışmada, ihracat engellerinin arkasındaki nedenlerin kurumsal kuram perspektifinden ortaya çıkarılması amaçlanmaktadır. Bu amacı gerçekleştirmek için “İhracat engellerinin oluşmasına neden olan kurumlar hangileridir?” sorusu cevaplandırılmıştır. Yöntem – Çalışma ihracat deneyimine sahip ve ana faaliyetlerini Ankara’da yürüten 23 KOBİ’yi kapsamaktadır. Kelly’s Rep testi ve açık uçlu sorularla toplanan veriler içerik analizi ile değerlendirilmiştir. Böylece işletmelerin karşılaştıkları ihracat engelleri ve bu engellerin arkasındaki kurumlar tespit edilmiştir. Bulgular – Çalışmanın bulguları farklı düzeylerde de olsa hem düzenleyici hem de bilişsel ve normatif kurumların ihracat engellerinin (kaynak engelleri, bilgi ve deneyim engelleri, prosedür engelleri ve dış kaynaklı engeller) ortaya çıkmasında etkili olduğunu göstermektedir. Diğer bir ifade ile engellerin nedenlerinin somut boyutlarının yanında farkındalık ya da değer yargıları gibi soyut boyutları da vardır. Tartışma – Çalışma ile literatüre ihracatın önündeki engellerin nedeni olarak kurumların incelendiği bir bakış kazandırılmıştır. Çalışma sonuçları: i) engellerin kendilerini ortaya çıkaran kurumlara bağlı olarak dinamizm sergilediklerini, ii) engelleri ortadan kaldırmaya yönelik politikaların hem düzenleyici hem de bilişsel ve normatif kurumların etkilerini gözetecek şekilde kapsayıcı olması gerektiğini, iii) engelleri ortadan kaldırmaya yönelik jenerik politikaların üretilmesinin zor olduğunu ve vaka özelinde politika uygulamalarına gidilmesinin önemini ortaya koymaktadır. Purpose – Since the 1980s, a rich literature on internationalization addressing the export barriers facing enterprises and recommendations for eliminating them has emerged. However, there is scarce information about the causes of the barriers faced by the enterprises operating in different institutional environments. In this respect, the study aims to reveal the reasons behind export barriers from institutional theory perspective. In order to achieve this aim, the question of "Which institutions cause export barriers?" was answered. Methodology – The study includes 23 SMEs which are located in Ankara and experienced in exporting. The data were collected by Kelly’s REP test then answers were analyzed by content analysis. Thus, the institutions behind the export barriers that enterprises are faced with were identified. Findings – The findings of the study show that all regulatory and cognitive and normative institutions are effective in the emergence of export barriers (resource barriers, knowledge and experience barriers, procedure barriers and exogenous barriers), albeit at different levels. In other words, the causes of the barriers have concrete dimensions as well as abstract dimensions such as awareness or value judgments. Discussion – The study provides a view about examining institutions as the cause of exports barriers to the literature. Results of this study reveal that i) the barriers exhibit dynamism depending on the institutions that cause them, ii) the policies aimed at eliminating the barriers should be inclusive of all regulatory and cognitive and normative institutions, iii) since it is difficult to execute generic policies to eliminate the barriers case-specific policies should be implemented.
Tujuan – Sejak dekade 1980-an, telah berkembang literatur internasionalisasi yang kaya mengenai hambatan ekspor yang dihadapi perusahaan serta rekomendasi untuk mengatasinya. Kendati demikian, belum terdapat perhatian yang memadai terhadap penyebab hambatan yang dihadapi oleh perusahaan yang beroperasi di berbagai lingkungan kelembagaan yang berbeda. Sejalan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap penyebab di balik hambatan ekspor dari perspektif teori institusional. Guna mencapai tujuan ini, pertanyaan "Institusi manakah yang menyebabkan timbulnya hambatan ekspor?" telah dijawab. Metode – Penelitian ini mencakup 23 UKM yang memiliki pengalaman ekspor dan menjalankan kegiatan operasional utamanya di Ankara. Data yang dikumpulkan melalui Kelly’s Rep test dan pertanyaan terbuka dianalisis menggunakan analisis isi. Dengan demikian, hambatan ekspor yang dihadapi oleh perusahaan dan institusi di balik hambatan tersebut berhasil diidentifikasi. Temuan – Temuan penelitian menunjukkan bahwa, kendati pada tingkatan yang berbeda, institusi regulatori, kognitif, maupun normatif berpengaruh terhadap timbulnya hambatan ekspor (hambatan sumber daya, hambatan pengetahuan dan pengalaman, hambatan prosedural, serta hambatan eksternal). Dengan kata lain, penyebab hambatan tersebut memiliki dimensi konkret sekaligus dimensi abstrak seperti kesadaran atau pertimbangan nilai. Pembahasan – Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur berupa sudut pandang yang menelaah institusi sebagai penyebab hambatan ekspor. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: i) hambatan menunjukkan sifat dinamis yang bergantung pada institusi yang memunculkannya, ii) kebijakan yang ditujukan untuk menghilangkan hambatan harus bersifat inklusif dengan mempertimbangkan dampak dari institusi regulatori, kognitif, maupun normatif, iii) penyusunan kebijakan generik untuk mengeliminasi hambatan dinilai sulit, sehingga penerapan kebijakan yang bersifat spesifik kasus menjadi sangat penting. Tujuan – Sejak tahun 1980-an, telah muncul literatur yang kaya mengenai internasionalisasi yang membahas hambatan ekspor yang dihadapi perusahaan serta rekomendasi untuk mengeliminasinya. Namun demikian, informasi mengenai penyebab hambatan yang dihadapi oleh perusahaan yang beroperasi di lingkungan kelembagaan yang berbeda masih sangat terbatas. Terkait hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor-faktor di balik hambatan ekspor dari perspektif teori institusional. Guna mencapai tujuan ini, pertanyaan mengenai "Institusi manakah yang menyebabkan hambatan ekspor?" telah dijawab. Metodologi – Penelitian ini melibatkan 23 UKM berlokasi di Ankara yang berpengalaman dalam melakukan ekspor. Data dikumpulkan melalui Kelly’s REP test kemudian dianalisis menggunakan analisis isi. Dengan demikian, institusi di balik hambatan ekspor yang dihadapi perusahaan berhasil diidentifikasi. Temuan – Temuan penelitian menunjukkan bahwa seluruh institusi regulatori, kognitif, dan normatif berpengaruh terhadap timbulnya hambatan ekspor (hambatan sumber daya, hambatan pengetahuan dan pengalaman, hambatan prosedural, serta hambatan eksogen), meskipun pada tingkatan yang berbeda. Dengan kata lain, penyebab dari hambatan-hambatan tersebut memiliki dimensi konkret maupun dimensi abstrak seperti kesadaran atau penilaian nilai. Diskusi – Penelitian ini menyumbangkan perspektif baru bagi literatur mengenai pengujian institusi sebagai penyebab hambatan ekspor. Hasil studi ini mengungkapkan bahwa: i) hambatan menunjukkan dinamisme yang bergantung pada institusi yang menyebabkannya, ii) kebijakan yang ditujukan untuk mengeliminasi hambatan harus mencakup seluruh institusi regulatori, kognitif, dan normatif, iii) mengingat sulitnya merumuskan kebijakan generik untuk mengeliminasi hambatan, kebijakan yang bersifat spesifik per kasus harus diterapkan.
Reference Key
baskici2019ihracatisletme Use this key to autocite in the manuscript while using SciMatic Manuscript Manager or Thesis Manager
Authors BASKICI, Çiğdem;ERCİL, Yavuz;
Journal İşletme araştırmaları dergisi
Year 2019
DOI
DOI not found
URL
Keywords

Citations

No citations found. To add a citation, contact the admin at info@scimatic.org

No comments yet. Be the first to comment on this article.